Tampilkan postingan dengan label Humoris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humoris. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2011

Jaka Sambung Bawa Gitar

rembulan bersinar lagi,
santai kayak di pantai selo kayak di gayo
hampa terasa hati ku ini,
tanpa kehadiran mu inen sony
yang sudah cukup lama pergi
meninggalkan diriku yang hina ini,
oh mak sony kapan kau akan datang kembali
menghiasi rumah kecil ini,
dengan bakwan dan terasi enak sekali.

mak sony penjual terasi dan bakwan mak pendi.
ada miso dan es yang cair sekali.
menghiasi masa kecil yang sunyi
dengan senyuman mak iko dan mak pendi
membuat hati semakin bergairah untuk mengunjungi

oya becewek eh... cup
oh mak rudi akulah sang penjaga kuala.
di bur jongok yang cukup tinggi di pandang mata
melangkahkan kaki dalam hati yang merana
serta detakan jantung yang ternganga.

di ujung karang tempat menanti
ada mak pendi dan sebungkus indomi
teh manis dan permen kaki
sambil melamun memandang ke kali
pak rudi membabat sawah dengan kuda yang patah kaki
terbayang mak sony memakai tali
menarik kerbau punya mak pendi.

oh mak rudy, mak sony dan pendi.. cap cap


perhatian jika ada kesamaan karakter, bahasa dan nama saya selaku penulis memohon maaf karena ketidak sengajaan dalam tulisan ini. salam Hary Arijoba..

Sabtu, 11 Desember 2010

Kecerdasan Seorang Kakek


Hallo kawan-kawan seperjuangan yang saya sayangi, disini saya sedikit cerita seorang kakek pendiam yang setiap harinya kini duduk di gubuk tua di pinggir jalan (pos kamling). Cerita ini mempunyai makna yang banyak tentang pencarian jodoh yang cerdas, shaleh dan pintar baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Kisah ini saya awali ketika saya  berada dalam tahap pertama di bangku perkuliahan sewaktu liburan semester dan tempatnya di Kebayakan Jongok Bathin di kampung kelahiran saya.
Ada seorang kakek tua yang kehidupan sehari-harinya di masa itu cuman duduk di pos kamling (gardu) dengan sebilah kayu dan pisau di tangannya. Hal yang biasa saya rasa karena itu sudah menjadi kegiatan orang tua ini setiap harinya itu pun saya tau setelah saya mempertanyakan kepada ibu dan bapak saya. Orang tua ini mempunyai kebiasaan itu setelah di tinggalkan oleh sang istri beberapa hari sebelum hari libur di kampus saya. Dia mempunyai dua orang anak dan kini keduanya sudah jauh merantau hingga anak-anaknya lupa pada bapaknya, itu menurut pemikiran dari masyarakat sekitar kasian kakek ini. Akan tetapi di balik diamnya kakek ini ada beberapa ilmu yang sangat-sangat saya kagumi hingga saat ini yaitu suaranya yang merdu ketika dia bersyair di pos kamling ini, dia bahkan seorang muadzin di menasah kami, imum shalat ketika berjamaah, seorang yang sabar akan apa yang di uji oleh Yang Maha Esa kepadanya dan bertambah lagi ke kaguman saya ketika dia menceritakan kisahnya dengan sang istri yang duluan meninggalkannya, begini ceritanya.
Suatu hari air hujan membasahi bumi dengan lebatnya, awan-awan  gelap pun seakan menutupi cahaya di hari itu, gemuruh petir angin semuanya ikut-ikutan seolah-olah lagi berpesta di tempat itu. Saya dengan seorang teman saya baru pulang shalat berjamaah di mushalla kampung saya. Ketika pulang hujan lebat membasahi bumi kami berteduh di pos kamling tempat kakek yang lagi membuat pegangan untuk cangkul ( ger jelbang)  dalam bahasa gayonya. Disini kami berteduh dan menyapa si kakek tua dengan senyuman, tapi si kakek hanya diam dan lagi asyik dengan pahatannya dan berada tepat di depannya api unggun untuk menghangatkan badanya. Otomatis kami tersipu malu dengan sambutan si kakek tua. Tapi tanpa ragu-ragu saya duduk di sebelah sang kakek sambil mendekatkan kedua tangan pada api di depannya. Sejenak hening di saat itu yang terdengar cuman hembusan angin dan suara hujan di atap gubuk itu. Sesaat saya melihat muka sang kakek dan melihat pahatannya tapi sedikitpun tidak ada kata-kata yang keluar dari kakek ini.
Seketika saya memberanikan diri bertanya pada sang kakek dengan rasa canggung karena baru pertama jumpa sama orang tua yang cueknya minta ampun.
“dingin harinya kek ya” ( sejuk lo ni wan ge)…..?!! tanya saya
            Kakek diam dan tersenyum seolah-olah dia tidak menghiraukan saya. Sejenak keluarlah kata-kata dari mulutnya yang rasanya sakit kalau mendengarnya, dengan muka cueknya si kakek menjawab pertanyaan saya,
” Takengon mana pernah panas”(Takengon lo penah porak)!!...
Sepintas kalau di pikir sih benar tapi yang namanya darah muda emosi tinggi. Mukanya cuek makanya saya sebel kawan saya bukan mendukung malah cengengesan ngetawain saya. Saya tantang si kakek saya diemin aja seolah-olah dia ga ada. 

Beberapa menit dari situ akhirnya si kakek nyerah juga ternyata dan memulai pembicaraan,
“Dari mana kau ga pernah nampak”., ( ari si ko gere penah teles),,,,?!!
“ di medan aku kek”., ( I medan aku wan).,.,., jawab saya.
“Ngapain di medan”.,(Mune I medan)???
“Kuliah kek”.,..(kuliah wan)
“kuliah apa”.,.,(kuliah hana).,.,??
“”Jadi guru kek”( mujadi guru wan)hehehe
Akhirnya lama kelamaan cerita kami mulai nyambung  dan panjang ada juga lawakknya, dan kakek bercerita tentang mencari pacar dan mencari orang yang cerdas dan shaleh. Memberikan pelajaran-pelajaran pada kami ketika kakek mencari pasangan hidupnya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bodoh pada incaran-incarannya.Ada beberapa pertanyaan yang saya ambil dan sampai kini saya masih ingat akan pertanyaan itu. Ketika kamu berjumpa atau lagi PDKT bahasa sekarang pada seorang anak perempuan berikan pertanyaan ini:Hai cewek, apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?? (Heh beru, enguk ke ko emen ko aku nye ko pe ku emen) ?? seketika kami ketawa berdua dan kakek itu tersenyum.
Selanjutnya kakek itu menunjuk sebuah pohon jambu yang hampir mau di panen tapi belum bisa di makan dan membuat pertanyaan lagi, menurutmu, buah jambu itu sudah di makan oleh pemiliknya atau belum??.,(menurut mu, uwah jamu oya nge I pangan jemae ke atau gilen)..?? kami hanya tersenyum takut kalau si kakek cemberut lagi.
Selanjutnya ketika ada seorang yang meninggal dan di bawa kekuburan tanyalah, apakah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?? ( si wan kerne aa murip ke ilen atau mate)?? Aneh kan kami ngerasa pertanyaan itu ga nyambung dalam otak kecil kami, kami melencutkan kening barulah sang kakek ketawa, dan mengatakan kalau kami bedua ga cocok jadi mahasiswa, kami tersinggung dong ya jelas kami tanya maksud kakek apa.
Kakek memberikan jawaban dari pertanyaanyaJawaban yang pertama si kakek menjelaskan maksudnya  Hai cewek, apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?? Maksudnya adalah apakah kita saling berbincang-bincang sehingga bisa membawa kita pada suasana yang lebih akrab.
Yang kedua menurutmu, buah jambu itu sudah di makan oleh pemiliknya atau belum??.,maksudnya adalah apakah pemiliknya sudah menjualnya ketika sebelum di panen atau belum jika sudah pasti pemiliknya mempunyai uang untuk kehidupan keluarganya dan di sedekahkan pada orang lain.
Yang ke tiga apakah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?? Maksud dari pertanyaannya adalah apakah jenajah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan perjuangannya atau tidak?? Akhirnya kami mengerti dan mengangguk-anggukan kepala dan menggaruk-garuknya layaknya orang bodoh yang baru kejebak pertanyaan. Di balik diamnya sang kakek rupanya mempunyai ilmu yang sangat besar itulah kelebihan sang kakek yang di berikan ALLAh kepadanya. SALUTTTT.

Jumat, 03 Desember 2010

Kenangan Massa Kecil Ku

Hai….!!  mau cerita sedikit ni tentang kehidupan masa kecil yang di penuhi dengan pikiran-pikiran jahil pastinya, yang ingin saya tuangkan dalam cerita ini. Mudah-mudahan bisa terhibur dan sedikit agak menggelitik hati untuk di baca.
Masa kecil masa yang bebas menurut saya, bebas dalam arti kata ada batasannya sih. Kenapa?! Karena di masa itu tidak ada yang kita pikirkan selain bermain dan senang-senang, juga indah untuk mengenang di saat ini, saya rasa kita semua sudah merasakan hal itu pastinya dan  ada hal yang menarik pada semua orang di masa kecilnya. Nah kalau masalah tugas sekolah, pekerjaan rumah ga da komentar lah siap ga siap itu urusan belakangan yang penting bermain dan selalu bermain benar kan. Segala jenis dan bentuk permainan sudah kita lakukan di saat itu, baik itu yang di gemari atau hanya mengikuti saja karena bosan dalm permainan itu-itu saja.
Nah sedikit cerita-cerita ni masalah permainan, kalau saya liat sekarang permainan yang ada di tempat kami dulu sebenarnya ada juga di tempat lain dan mungkin cara memodifikasi permainannya dan namanya aja yang berbeda. Ada beberapa jenis permainan contohnya: Bak Uo (Batu yang lebar melawan kelereng), bermain Tinnnn (sebuah permainan beregu melawan satu orang dengan sembunyi dan mencari di barengi dengan mengatur Batu yang lebar), main Asinn atau biasa di sebut dengan permainan Galasin, kelereng saya rasa sudah lumrah, karet gelang, gambar animasi, ludo,  dan banyak lah yang jadi hiburan di masa itu.
Kalau pun di kampung kami yaitu Takengon paling di tambah dengan berenang di Danau Laut Tawar sambil melihat keindahan di sekitarnya, yang pasti sekalian  mencari kebutuhan pokok sambil membantu orang tua di dalam keluarga setidaknya mencari ikan-ikan kecil untuk bekal di bawa pulang sebagai modus juga sih  agar tidak di repeti sama bapak dan ibu di rumah. Di Takengon  ikan sering di sebut dengan GULE. Ada banyak bentuk dan macam ikan di danau tersebut seperti Memin (kerang), Depik (nama ikan yang hanya ada di Danau tersebut), Jaher (ikan Nila), dan katanya ada lagi ikan Bawal atau Ikan Mas yang paling besar orang-orang sekitar sering menyebutnya dengan nama CRASKAP Besarnya bisa mencapai sebesar sampan bisa di bayangkan kan.  .
Kalau di perhatikan cerita di atas hanya sebagai selingan maklumlah baru belajar coret menyoret nih. Ada suatu hal yang mungkin menggelikan bagi saya untuk mengingatnya. Cerita ini sebenarnya agak berbau jorok sih tapi jangan berpikir negative dulu. Begini dulu kami punya sebuah geng kampung yang sebenarnya bukan geng sembarang geng, hanya saja geng ini khusus untuk bagian masalah jahil-menjahili,. Ada seorang kawan yang suka menjahili orang yang gi buang hajad di kamar mandi umum yang letaknya ga jauh dari mushalla yang kami huni setiap harinya untuk tempat berkumpul. Si kawan sering ngerjain kita-kita ketika buang hajad di kamar mandi ini. Suatu ketika dalam waktu bersamaan salah satu dari geng kami  beserta orang tua kebelet untuk ke kamar mandi ada tiga kamar mandi sedangkan yang terisi ada dua dan salah satunya berisi kawan geng dan satunya gi berisi si orang tua. Seketika yang suka ngejahilin datang dan menanyakan keberadaan si kawan yang lagi buang hajad. Kita buat aja namanya si Jahil (nama samara).
Jahil,,, “kemana kawan kita satu gi”?(kusi pong  te sarami)
Salah satu dari kami menjawab,,” lagi jongkok tu”,,, (tengah cemengkong one).
Jahil,,, “di mana posisi si kawan yang lagi menikmati ketenangannya”?!!!
(isi posisi ni pong a kayake tengah nikmat pedeh ya)….
Serentak kami menjawab…” di sebelah kiri” !! (semelah kiri aa)
Sedangkan kami tau kalau posisi si kawan berada di sebelah kanan dan posisi si orang tua berada di sebelah kiri.
Dengan sigap si kawan mengambil kayu untuk mencolek si kawan dari pintu yang atasnya terbuka layaknya kamar mandi di kampung kecil lah. Dengan muka bangganya si jahil menghampirinya sambil cengar-crngir sendiri, seolah-olah sasaranya tepat pada tujuannya. Tanpa habis piker si Jahil memasukkan senjatanya yang berupa kayu di lubang pintu serta  mencolek si orang tua yang di kira temannya. Beberapa saat kemudian si orang tua teriak histeris dan keluar cepat-cepat dari huniannya dan bersiap untuk mengejar si jahil. Si jahil tanpa tau apa-apa sebelumya melihat kalau dia berada dalam hal yang salah dan sedang di jahili.  Dengan sigap dia berlari layaknya Spider Man yang lagi meloncati pagar tanpa ada hambatan dan rintangan, sungai yang lumayan lebar dia lompati, sawah-sawah di sekitar mushalla di lewatinya tanpa ada beban sedikitpun  berada dibelakangnya seorang musuh yang membawa senjata laras panjang atau tongkat kayu yang mencolek dirinya yang di rebut dari tangan spiderman yaitu orang tua yang melipat kain sarungnya setinggi lutut dan berlari mengejar si jahil.
Yang bikin menggelikan sebenarnya orang tua ini adalah bokap si jahil yang lagi jongkok menikmati dan menghayal, seolah-olah ga ada beban dalam hidupnya. Seketika kami berlari dan terbahak-bahak melihat tingkah laku si kawan yang lagi di kejar  bopaknya sendiri sambil meminta tolong pada orang di sekitarnya karena ulahnya yang melewati batas. Akhirnya si jahil menyerah karena kelelahan. Kalau di pikir-pikir untuk apa sebenarnya si bapak mengejarnya dia kan anaknya kalau ga jumpa di jalan  ya di rumah masih bisa kan meluapkan kemarahannya. Tapi kalau di pikir-pikir lagi mungkin si bapak dah terlanjur malu karena perbuatan anaknya.
Dalam beberapa hari si Jahil tidak pernah nampak batang hidungnya. Kabar punya kabar si jahil lagi di hukum di rumahnya dan tidak di izinin keluar sama orang tuanya, kasian dia saat itu tapi bisa menjadi pelajaran untuk dia nantinya, judulnya senjata makan tuan nih
Lama kelamaan si jahil muncul kembali di permukaan, dengan muka yang malu dia menghampiri kami seperti biasa di tempat peraduan mushalla kesayangan  dia mengaku tobat dengan perbuatanya biar pun masih ada sedikit hal-hal yang jahil di otaknya dan mungkin kini dia selalu kami juluki dengan nama Kader agak mirip sih mukanya.   memang kehidupan yang sangat menyenangkan. sekian dulu ya ceritanya  
Sebenarnya masih banyak sih cerita-cerita yang ingin saya tuangkan tetapi saya rasa cerita ini dulu lah untuk pembuka Posting saya, I LOVE Masa Kecilku.