Sabtu, 18 Februari 2012

Guru Di Gugu dan Di Tiru

Semenjak beberapa abat baru kali ini ni sempat buka blog, namanya juga gi sibuk wekkkkzzz sibuk apa lah ga tau saia, oke sedikit cerita ni tentang aktivitas beberapa hari kebelakangan ini, kegiatan yang selalu membuat pusing tujuh keliling kini mulai ringan biarpun belum siap-siap kali, tapi itu lah namanya juga berusaha harus penuh dengan pengorbanan dan kesabaran. ini ni contoh dokumentasi ketika saya gi bekerja , wekkk penelitian kali hahahahaha
penelitian di sekolah
yah itu lah aktivitas ku akhir-akhir ini meneliti 20 sekolah yang akan di jadikan satu buku dengan masing-masing di teliti tingkat keharmonisan di dalam sekolah dan di luar sekolah, banyak guru-guru yang kebingungan dengan pertanyaan-pertannyaan yang saya ajukan tapi setelah penjelasan yang saya sampaikan mereka bisa mengerti semua pertanyaan ini menyangkut dengan tingkat kemampuan bersosialisasi antar mereka. ada sekolah yang memang bagus ada juga sekolah yang tidak. begitulah kehidupan guru-guru di masa kita sekarang. emmm sedikit komplen ni dengan guru.

INTINYA JADILAH GURU YANG MEMANG BENAR-BENAR GURU JANGAN JADIKAN GURU HANYA SEBATAS UNTUK MENCARI UANG SEMATA.

Jumat, 03 Februari 2012

DUA ITU BUKAN SATU


Terpaut bunga sejoli di pinggir kali,
Merenungkan nasib yang tak pernah kembali,                         (Aku Yang Merana)
Merasa hina di pandang mata,
Terhempas tua dan merana.

Aku hanya bukit tinggi di mata insan,
Meraih mimpi dengan rumput yang bergoyang,                      ( Kesedihan Yang Tak Berujung)
Rintih ku tak pernah di hiraukan,
Hingga takdir menitik ku mabuk kepalang,

Secercah hati putih menaungi mimpi,
Cahaya terang menyilaukan mata,
bukan aku wahai peri mimpi.                                                ( Memimpikan Keindahan)
Tapi kerinduan yang selalu merasa.

Hidup ku hanya di pandang sebelah mata
Kecil mungil seperti marmut di dalam penjara ,                          ( Menyesali Keterpurukan)
Tubuh ku kering tapi bernyawa,
Layaknya manusia yang tak berguna,

Oh bunga desa di pinggir kali
Ratapan manis mu terbawa mimpi,                                          ( Jodoh Yang Tak Pernah Hinggap)
Kadang ku tertawa mengingat sendiri
Tapi tak bisa karena ini permainan hati

Ku terpuruk dan menyendiri
Dingin sepi di lalapan duka,
Hati terpaut karena mimpi,                                                      ( Merindukan Kekasih)
Inginlah ku merasakan cinta,,

Aku meramal kepada bintang
Tapi kebohongan yang ku dapat                                                ( Menangisi Diri Sendiri)
Aku menangis kepada si bujang
Malah cacian yang ku dapat

Adakah manusia yang mengerti akan cintaku
Hingga ia mampu mencairkan kebekuan di dalam hati ini
( Hanya ALLAH yang mengetahui di riku)
Sungguh semua ku serahkan pada MU
Hingga waktu yang KAU berikan kini.

Dua itu bukan satu, ( dua hati belum tentu satu ikatan)          
             ( Pasangan)
Dua itu bukan satu ( dua rasa belum tentu satu tujuan)    
              ( keluarga)
Dan dua itu bukan satu ( dua insan belum tentu satu harapan)     
             ( sahabat)
HARY ARIJOBA

Rabu, 07 Desember 2011

Belajar Konsentrasi

Seorang teman pernah memberikan sebuah gambar yang di dedikasi oleh Teguh Stio, untuk belajar memfokuskan diri dengan suatu tujuan yang akhirnya dapat sebuah bayangan yang mirip dengan tujuan tersebut melewati sebuah gambar kita bisa belajar.
dari gambar ini timbulah sebuah jati diri bahwa AKU BISA JIKA AKU FOKUS. 
Teguh Stio

caranya begini fokuskan pada tiga titik di bagian hidung. pandangi hingga beberapa menit atau cukup dengan 20 detik saja, selanjutnya fokuskan pada tembok yang  berada dekat dengan saudara selanjutnya anda akan melihat gambar yang terbentuk seperti bayangan yang mirip dengan gambar tersebut.

nah dari gambar tersebut anda bisa belajar, otak adalah kehidupan jika anda ingin belajar dengan giatnya anda akan dapat membayangkan hasil yang lebih maksimal, bayangan itu adalah nmasa depan anda,  bekerjalah dengan giat dan fokuskan dengan hati kelak anda akan bisa berhasil seperti yang tertanam makna dalam gambar tersebut.


SELAMAT MENCOBA....\

Minggu, 04 Desember 2011

Aku Malu

Ine dan Aka kul ku
Aku malu dengan bunga di pinggir jalan
Aku ragu dengan langkah yang tak sepadan
Bumi ku pijak serasa lamban
Langkah kaki bergetar menapak angan

Aku hanya manusia yang kecil
Mungil ibarat semut hitam yang tersesat
Kenapa dengan diriku yang binal
keras kini lemah bergairah lembut

Laut tawar selalu ku ingat
Hati resah tak terpikat
Hancur luluh bagaikan kawat
Kini tumbuh hanya sedapat

Ibu aku rindu menangis riuh
Ayah aku ingat kata sepadat tepat di jantung hati

Aku malu karena diriku.................................

Selasa, 29 November 2011

menunggu masa depan

ketika semua berjalan lancar
tetapi ada kata menunggu di dalam diri
ketika cahaya mulai bersinar
kini tersapu karena embun di malam hari

adakah naungan harimau
sehingga ku takut untuk memulai
bisakah aku menjalani dunia mu
kehidupan yang berarti yang selalu ku jalani

aku adalah manusia penunggu
yang selalu menunggu
tapi takut untuk melangkah
sepatah demi sepatah

ini bukan bumi ku yang ku damba
tapi ini adalah khayalan ku yang selalu ternganga

gere ke kenak mutaji
kurik si tengah mude
ke gere mu jadi 
nti ulak mule

kata-kata itu yang membuat hati
semakin tegar melangkahkan kaki
menyapa hidup ke masa depan


semangat.... semangat...semangat

Kamis, 03 November 2011

LOVE AND ROY



Suatu ketika seorang pria dengan badan sedikit tinggi berpenampilan sederhana pendiam dan agak sedikit cuek dengan lingkungan sekitar. Dia adalah mahasiswa sebuah kampus yang cukup ternama di kota ini. Kota ini cukup di kenal oleh setiap daerah khususnya para perantau-perantau muda yang ingin belajar mandiri dan jauh dari orang tua, yang seakan semua bertujuan untuk menjadi seorang sarjana dengan berharap akan memikul semua tanggung jawab orang tua kelak, serta mendapatkan pengalaman yang lebih. 

Mahasiswa ini kita beri nama Roy, seorang perantau di kota besar dari negeri pelosok kota Takengon. Akhir-akhir  ini roy hanya sering  bergaul dengan teman-teman seperjuangannya dari Takengon, roy seorang olahragawan yang cukup berbakat dalam bidang basket ball, suka dalam musik tapi semata-mata hanya untuk menghibur diri sendiri. Itu semua hanya selingan semata baginya dalam hatinya hanya bertekat untuk menyelesaikan kuliahnya dan kembali dengan mengangkat nama sarjana, kini roy berada pada semester 7 yang sebenarnya mempunyai tugas untuk praktik mengajar di sebuah sekolah yang cukup jauh dari pinggiran kota mentropolitan ini. 

Disini inti ceritanya, dari kecuekan Roy sebagai pria sederhana dan mengalami perubahan lingkungan yang cukup drastis. Karena sebelumnya Roy sudah mulai merasa nyaman dengan tempat tinggal yang di tinggalkannya sebelum pergi ke tempat ini, serta teman-teman baru yang sama sekali belum pernah ia kenal sebelumnya tapi kini bergabung dalam sebuah kelompok mengajar dengan berada pada jurusan dan tujuan masing-masing. 

Singkat cerita, dalam kelompok ini ada seorang gadis yang agak bawel cerewet dan agak membingungkan bila ngomong. Berada pada universitas yang sama tetapi jurusan yang berbeda dengan roy, kita beri dia nama Tari. Tari ini adalah seorang gadis bersuku yang sama dengan roy akan tetapi tari lahir di provinsi lain di luar pulau.Tari seorang gadis bawel, suka berteman, tidak egois dan berpenampilan piminim. awal mula roy dan tari berjumpa ya di kelompok ini, Roy agak sedikit bingung dengan kedatangan wanita ini. Dengan Roy yang orangnya cuek dan pendiam bisakah berteman baik dengan wanita yang cukup rame ini pikiran itu sesaat timbul jika roy memandang tari berbicara dengan teman-teman yang lain dengan muka yang mengkerut setiap saat dan pandangan sinis kepada Tari. Tapi yang namanya cuek si Roy hanya terdiam, bahkan untuk menegurpun dia malas. 

Di belakang ternyata Tari juga bingung melihat Roy bahkan Tari juga merasa aneh karena sikap Roy yang selalu menyendiri dari teman-teman lainnya. Ternyata Tari memberanikan diri menyapa Roy yang lagi duduk di sebuah sofa.

Tari : Hey!!! Kenalkan, Tari?? Sambil memberikan tangan..
Dengan mata yang agak sinis, Roy meraih tangan Tari,
Roy,,? Sambil tersenyum.. dengan cueknya.
Tari merasa heran sejenak dan membalas senyuman Roy dengan tenangnya. Tari duduk sambil melihat kertas coretan Roy dan sebuah tulisan kaligrafi yang semula Roy tulis sesaat sendiri sambil mendengarkan Mp3 kesukaanya.
Tari : lukisannya bagus!! Tari memulai pembicaraan,
Roy : Makasih,,,
Jurusan apa??,, “ tanya Tari”
Olahraga,,, Jawab Roy
Roy : kamu??? ,,  tanya roy kembali sambil menyelesaikan kaligrafinya…
Tari: Bahasa., jawab tari tersenyum, tetapi senyum itu di abaikan Roy.
Setelah pembicaraan ini mereka terdiam sejenak sambil memikirkan pertanyaan-pertanyaan apa yang ada pada otak kanan mereka masing-masing.
Tari : Suku apa…?

Tanpa ada jawaban Roy pergi dari tempat duduknya dan keluar untuk mencari kontrakan yang saat itu belum juga ketemu, sementara mereka tinggal di rumah seorang guru bidang study di sekolah yang mereka tempati untuk melakukan  praktek mengajar mereka.
Tari cukup heran melihat ekspresi Roy yang meninggalkan perbincangannya tanpa ada respon atau pamitan sedikitpun. Tapi dalam gejolak hati Tari bingung bahkan penasaran dalam menghadapi roy yang cueknya minta ampun. Selama ini orang-orang bisa menerima Tari karena ramah-tamahnya tapi roy sebagai pengalaman pertama Tari di cuekkin segitunya. Dalam hati Tari dia bisa melumpuhkan Roy pastinya.

Setelah keesokan harinya kontrakan mereka temukan dan tidak jauh dari sekolah yang mereka akan ajarkan. Tak disangka semua kelompok bergabung dalam rumah kontrakan ini, tapi tidak untuk Tari dan ke dua temannya. Mereka berada jauh dan menginginkan untuk tinggal bertiga saja tapi tidak berkelompok seperti Roy dan kawan-kawan lainnya.

Hari berganti hari roy yang semula kaku untuk mengajar kini sudah terbiasa dengan siswa-siswa lainnya. Bahkan sudah semakin akrab dengan teman-teman yang lain tapi tidak untuk Tari, bukan karena benci tapi mungkin karena Tari agak bawel dan susah untuk di ajak ngomong. Yah yang namanya Roy juga cuek habis kadang-kadang sering bengong sendiri sambil membaca atau menulis. Sepulang dari sekolah ketua kelompok memberikan informasi untuk rapat dengan masalah pembiayaan rumah kontrak serta pemberitahuan untuk pengumpulan uang kas untuk keperluan sekolah.
Andi ketua dari kelompok ini menemui Roy untuk membahas semua tentang permasalahan itu, Roy seolah-olah tak peduli apa-apa cuman menganggukkan kepala. Dan menerima semua apa keputusan dari forum tanpa komentar sedikit pun. Setelah beberapa menit selesainya rapat baru lah timbul si bawel Tari yang saat itu lagi sibuk dengan cuciannya, itulah alasan Tari kenapa terlambat dalam mengikuti Rapat sebelumnya. Tari tidak tau apa keputusan Rapat sebelumnya dan menanyakan pada Andi, serasa tak dihiraukan Tari kesal dan ngambek dengan tingkah Andi. Selanjutnya Tari melihat Roy duduk sendiri bersandar di tiang rumah sambil mendengarkan lagu (Resam Berume)song Gayo, Tari memberanikan diri untuk menanyakan hasil rapat itu pada Roy.Tari memasang rencana agar perbincangan kali ini cukup lama dengan otak cerdas Tari, seketika Tari ke dapur untuk mengambil sebuah gelas yang berisi minuman Teh manis hangat yang akan dia suguhkan pada Roy yang lagi duduk sendiri. 

Tari : Minum Roy,,
Roy terkejut melihat tingkah Tari seperti biasanya..
Roy : Makasih,, napa? Tanya singkat Roy
Semenjak jumpa rasanya kita jarang ngomong,,? sambet Tari dengan pertanyaan panjang
Perasan mu saja.. mang da masalah apa? Tanya roy
Tari terdiam serasa heran dan bertanya-tanya dalam hati,”anak ini kok lama-lama makin ngesalin sok Kull banget sih loh”
Begini tadi hasil rapatnya gimana? Tanya Tari serasa sebel
Roy Menjelaskan seperti yang di jelaskan andi sebelumnya, dengan sesingkat-singkatnya.Tari tersenyum dan ngerasa lucu menahan ketawa karena jarang-jarang ngelihat Roy ngomong panjang seperti itu, dia mendengarkan penjelasan Roy sambil mengerut-ngerutkan keningnya. Roy terdiam dan berhenti sejenak melihat ke arah Tari, Roy ngerasa ada hal yang aneh dengan senyuman Tari.

Kenapa kok senyum…? Tanya roy dan memutuskan penjelasannya tentang hasil rapat sebelumnya.
Eemmm maaf, bukan maksud.!!! Suara tari terpotong karena Roy berdiri dan pergi.

Tari berhenti tersenyum, dan merasa kalau Roy marah atas kelakuan tari yang cuman tersenyum dan meminta maaf.Selanjutnya Roy pegi ke kamar menyendiri seperti biasanya tanpa pamitan dan pergi, padahal dia meminum teh buatan tari cuman seteguk saja.
Dengan muka memerah Tari juga pergi seolah-olah tidak terjadi apa-apa, di pikiran tari hanya terniang. Kenapa dengan dirinya rasa penasaran ingin tau semakin menggebu-gebu, apa yang membuat Roy sebegitunya. Apa aku punya salah, 
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar teriakan dua orang gadis menghampiri ternyata teman-teman tari berlari menghampiri. Mengajak Tari ke suatu tempat yang sangat di senangi Tari Toko pakaian.
Sibuk-sibuk mikiri roy yang tak seberapa mending belanja..

Come on….?
Nah bersambung dulu ntar tunggu bab 2 nya ya hahahahahaha…
Oke trimakasih..
Asyiknya nge jomblo bisa mengingat kenangan-kenangan silam...
Banyak pastinya kata-kata yang amburadul maaf ya, cerita ini ada unsur cerita pribadi di dalamnya. Jadi sekalian ngepost editan potosopnya sekalian buat cerita dah

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kangen Toko Kesayangan

Toko kecil yang di beri nama (BUGE ARA) A. NIZZA




bukan hanya ayah, ibu kakak dan abang serta keluarga lainya yang ku rindu tapi, ada sebuah rumah kecil yang mempunyai banyak harta karun yang biasanya di buka di pagi hari dan di tutup di malam harinya.ingin rasanya duduk dan berada di situ, dengan senyuman, suara musik bahkan sikap ramah tamah dari orang lain. kangen juga nih dengan panggilan dan teriakan beliiiiiii. 





duduk melamun menunggu si pembeli datang. sambil menghayalkan masa depan yang suram


cukup lama ku berjualan semenjak mulai masuk sekolah taman kanak-kanak atau PAUD. hingga sekarang penghasilan semakin menipis karena ga da yang mau gi menjaga rumah kecil itu selain aku ayah dan ibu ku. kakak dah sama abang ipar, abang tiap hari sekolah, mamak mana sanggup sendiri, ayah keseringan kekebun atau ke sekolah ngajar. sabar ya gubuk kecil ku ntar bakalan kita buka lagi.,





ibunda menunggu pembeli sambil membaca ayat suci Al-Qur'an