Rabu, 26 Juni 2013

RODA ASMARA

Untuk fans beratku yang selalu tersenyum di sana,
apa kabarmu di sana pasti baik-baik aja bukan,


Aku malu untuk mengatakan ini tapi aku ingin jujur.
aku rindu dengan mu, tawa mu, senyum mu, tingkah mu, dan semua aktivitas mu.
Kesetiaan akan kasih mu yang selalu ku kenang, motivasi mu yang selalu terniang.


Untuk fans berat ku yang selalu tersenyum di sana terima lah rasa ini dalam mimpi mu,
hingga kau terbangun dan memanggil nama ku.
kau adalah bidadari yang ku anggap selalu menemani hidupku, hari-hari ku menggapai lelahku, motivasi untuk berkarya, mencinta dan di cinta.
biarpun suatu saat kau tidak bersama ku.
aku hanya bisa melamun dalam gubuk kecil ini mengenang,
dan selalu mengingat akan kehadiran mu dan pertemuan itu hingga saat ini.


Untuk fans berat ku yang selalu tersenyum,
umah kucak
terimalah kata hati ini, I MISS YOU,

salam rindu untuk mu Hary Arijoba

Senin, 25 Februari 2013

Sawahku Harttaku Part II


 



Beberapa bulan kemudian secara bersamaan padi akan tumbuh secara serentak penumbuhan benih-benih kecil kini menjadi dewasa dan berbuah saatnya aktivitas masyarakat kembali ke seputaran sawah yaitu sebagai berikut:

Para masyarakat akan membangun benteng pertahanan di seputaran sawah mereka atau gubuk-gubuk kecil (pemantaren) untuk tempat berteduh mereka dengan lawan utama mereka para penjarah-penjarah padi yaitu tikus, ular, keong emas, belut perusak batas sawah, burung pipit pemakan padi, atau sejenis hama-hama lainnya. aktivitas ini sering disebut dengan (Miyo). Senjata utama mereka adalah sebuah bendera pengusir sejenis samapore dalam pramuka, kincir angin yang berbunyi, dan orang-orangan sawah (tetakut).
Proses ini cukup lama sampai padi siap untuk di panen, pemotongan padi ini atau panen padi (munoling) juga dilakukan secara berkelompok (manganlo) bergantian antara sawah satu dengan sawah keluarga lainnya. Alat yang di gunakan adalah babatan padi (sedep), sejenis golok tapi berbentuk melengkung memang di khususkan untuk pemotongan padi.
Setelah pemotongan padi ini selesai sekarang pengangkatan padi ke tempat yang telah di sediakan tempat ini sering di sebut dengan (seladang), aktivitas pengangkatan padi ini di sebut dengan (menuh). Proses pencabutan buah padi ini di kerjakan secara bersama-sama di seladang yang telah di sediakan sebelumnya pemisahan buah padi dari batangnya di sebut dengan (mujaik) yaitu di lakukan dengan menggunakan tenaga kaki secara berkelompok, hasil yang di peroleh di bagi-bagikan kepada wanita atau beberu gayo yang memisahkan padi yang kosong dengan padi yang berisi menggunakan (Niyu) atau sejenis keranjamg buatan tapi berbentuk lebar tidak berbentuk bulat tapi lonjong seperi telur yang terbelah. Di sinilah seni persawahan ini di rasakan ada masing-masing bekerja sambil bercerita tanpa ada rasa lelah karena laki-laki siap dengan kopi serta cerutunya begitu juga wanita siap dengan gosipnya masing-masing kadang-kadang timbul suara yang menggema dari masing-masing kelompok dengan teriak kan (ahoyy wiww). Semangat mereka kembali seperti semula.
Pemisahan padi kosong dengan padi yang berisi menggunakan tenaga angin atau disebut dengan (nangin), yang mana padi yang berisi jatuh terdekat di seputarannya adalah yang berisi sedangkan yang kosong akan jatuh jauh dari pemiliknya. cerdas bukan bayangkan kalau kita pilih satu-satu bisa mumet kepala, dan bisa tepelekok tu tangan. Selanjutnya hasil yang di peroleh di masukaan kedalam goni-goni kecil yang siap di antar ke lubuk padi (keben) tempat penyimpanan padi di seputaran desa, secara bersamaan aktivitas ini di sebut dengan (Nunyuh).
Pengolahan padi menjadi beras, proses pertama adalah penjemuran padi di rentangkan di seputaran lapangan besar yang kadang-kadang di ratakan atau di bolak-balik padinya menggunakan tangan (tempik). Selesai penjemuran ini maka di kembalikan kembali ke goni-goni kecil yang akan di bawa untuk pengolahan padi menjadi beras di tempat pengolahannya (ngakut). Tempat pengolahan padi menjadi beras sering di sebut dengan (Roda) yaitu alat atau mesin yang menggunakan tenaga air. Nah kini beras siap untuk disajikan, dengan lahapan yang sederhana dan hasil yang memuaskan beras baru (oros ayu).
Itulah sedikit bayangan pengolahan padi menjadi beras di seputaran Gayo Aceh Tengah terjadinya persatuan dan kesatuan terjalin akibat dari aktivitas masyarakatnya sendiri. Padi ku harta ku, sawah ku negeri ku, masyarakatku sahabatku terima kasih assalamualaikum Wr.Wb.
Sumber : ibunda Asmara murni Inen Niza, Ayahanda Hidayat Syah B.A aman Niza, almarhumah Hasnah nenek tercinta.
Penulis : Hary Arijoba.

Sawahku Hartaku




Kemaren sempat mengelilingi postingan-postingan kawan lama yang membuatku rindu dengan menulis. Assalamualaikum, Wr.Wb. ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan disini sebatas penelaah hati pengisi catatan kertas putih yang kosong. 

Kawan-kawan tau ngga dengan yang namanya ikatan persaudaran yang bersatu dalam rumpunan masyarakat desa, di samping menurut saya hebat juga bisa di jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pada saat penanaman padi di tempat saya berada saat ini. Ada beberapa hal persatuan yang terjalin pada saat penanaman padi ini. Saya sedikit bercerita tentang tata cara penanaman padi di sini sekalian memperkenalkan nama atau julukan pada saat pase-pase penanaman padi di tempat kami berada yaitu GAYO Aceh Tengah, berikut ini penjelasannya: 

Penanaman padi di sawah lebih memperkerjakan penanaman secara berkelompok, artinya berkelompok di sini kebanyakan di lakukan antar masyarakat yang sering di sebut dengan bergotong royong dalam bahasa kami, kami mengatakan (mango lo) atau kebanyakan mengatakan (mangan lo). Awal mula penanaman padi ini yang lebih diutamakan adalah pada saat penetapan tanggal, atau saat yang tepat dimana sekerumunan masyarakat melakukan penanaman padi secara serentak yang di pimpin oleh pawang padi/ahlinya padi atau sering di sebut dengan (kejurun belang). Pada penetapan tanggal ini sekelompok kepala desa berkumpul di salah satu kantor camat mendengar keputusan penetapan tanggal, dari kejurun belang yang di tunjuk mampu melakukan dan menerawang apa yang akan terjadi kelak dalam penanaman padi di sawah tahun ini. Setelah itu masing-masing kepala desa memberikan informasi kepada masyarakatnya dengan cara mengumumkan pada Toa atau pengeras suara menasah kampung kapan akan dimulainya penanaman padi ini, zaman dahulu hanya menggunakan beduk menasah, atau memberi tahukan kepada masing-masing kepala keluarga pada saat shalat berjamaah di menasah atau masjid sekitar daerah.

Ketika waktu yang di tetapkan ini telah tiba kini masyarakat kebnyakan beraktivitas di tengah-tengah sawah yang bermula pada pengembangan benih (nyeme) biasanya proses pengembangan ini berlangsung sebulan menurut prediksi saya. Selanjutnya setelah benih-benih ini di tanam penggemuran tanah menggunakan kuda atau tenaga manusia yang sering di kerjakan secara berkelompok dan saling membantu atau di sebut dengan (melah) pencangkulan menggunakan tenaga manusia ini mempunyai seni kebersamaan dan semangat bergotong royong besar dalam penggemuran tanah ini menggunakan cangkul yang masing-masing orang menyangkul secara bergantian dan seragam secara atau dikatakan dengan (cakgrup).
 
Penggemuran tanah kedua (endue) proses penggemuran sama halnya dengan melah cuman perbedaannya ada pasokan air yang di tambah dalam persawahan. Selanjutnya (merjak) atau pemadatan tanah yang bergumpal yang sering di gunakan dengan kerbau yang berkerumunan, perataan tanah pun di ikut sertakan dalam merjak ini atau di sebut dengan (nyerde). Pembuatan batas sawah dengan menempelkan tanah di pinggir-pinggir batas sawah (matal) kegunaannya adalah untuk menampung air pada lingkungan sawah yang akan di tanami padi serta untuk memberikan batas sawah antara sawah satu dengan sawah lainnya.
Penanaman benih padi yang sebelumnya di kembangkan (Nomang) kini di sebarkan pada sawah atau lahan yang sudah siap di tanami aktivitas ini juga sering di kerjakan secara berkelompok antara satu keluarga dengan keluarga yang lain dan mayoritasnya kebanyakan di kerjakan oleh para wanita di desa (beberu gayo). Setelah beberapa hari sesudah selesainya proses nomang ini kini selanjutnya pengambilan rumput-rumput kecil, atau lumut-lumut di seputaran sawah aktivitas ini sering di katakan dengan (Melamut) dan juga di kerjakan secara bergotong royong. Tak layak jika menanam tumbuhan tanpa menggunakan pupuk selesai melamut ini baru di lakukan pemupukan padi yaitu kebanyakan menggunakan pupuk OREA “maaf bukan promosi tapi memang sebutan pupuknya seperti itu”. Selesai pemupukan ini para laki-laki secara keseluruhan akan melakukan ronda malam di seputaran sawah yaitu untuk menjaga air agar tetap tersedia di persawahan mereka (jege waih).

Kamis, 08 Maret 2012

Sepatu Berdasi


Teman-teman seperjuangan yang saya sayangi cerita ini kan ku beri judul dengan sedikit ngaur. Ketika ku hendak beranjak menempuh perjalanan yang nyengir (sulit bagi ku tak sulit bagi orang). Perjalanan yang panjang yang selalu ku lewati dengan tawa ( tangisan waria) lemah sahdu menggapai raga. Setiap hari yang ku jalani dengan sepi dan merana memaksa kaki yang bergetar, lumpuh dan tertatah, di temani sepatu baru yang kini tua tak berdaya demi menggapai sebuah mimpi. Hingga bertahun-tahun lamanya mimpi ini tak kunjung jua, bukan hasrat yang mengatakan tak mampu tapi lingkungan yang mengatakan tidak untukku.
Perjalanan demi perjalanan telah ku lewati menari kesana kemari meraut mimpi dengan sepatu tua yang ku manja kini koyak tak berguna. Masalah itu yang jadi hambatan, ketika semua urusan yang susah kini bertepi kini muncul kembali masalah yang mudah menjadi susah tak terdaya. Sampai-sampai aku terjatuh dan merana demi mimpi ini, kadang-kadang aku berpikir kapan aku akan terbangun. Siapa yang dapat membangunkannku, ku tangisi sepatu ini,berpikir kembali aku harus bisa demi sang sepatu yang baru kini menjadi tua.
Pernahkah kita berpikir masalah adalah kebutuhan hidup dari manusia, jika kita tidak punya masalah semua orang pasti menganggap kita lain atau mempunyai kelainan. Masalah besar maupun kecil itu semua anugrah Tuhan kepada kita bukan siksaan yang melanda. Tak ada masalah yang tak bisa di atasi, hanya orang waras yang mempunyai masalah dan orang tak waras yang tak punya masalah. Bahkan ketika ada orang yang tak punya masalah orang-orang sekitarnya pasti mengatakan dia punya masalah dengan dirinya ( Stres, Gila).
Aku merasa sepatu ku bangga dengan diri ku dan dia pasti akan menjadi saksi akan ketulusan ku untuk mencari  mimpi. Dan untuk mencari bukan seteguk air putih yang membuatkan lega tetapi setitik air liur yang membuatku bersinar itu lah usaha ku.
Seolah-olah ketika ku pandangi sepatu putih ini dia berkata “kawan bersabarlah? semua hari yang kita lewati besama pasti akan mendapatkan hikmah yang tiada tara. Aku berhenti hingga di sini, jika memang usaha kita akan berhasil suatu saat aku akan kembali lagi menemanimu. Tat kala aku menangis seolah-olah aku tak rela untuk menyingkirkannya, sepatu ku koyak kembali. Sepatu pemberian orang tua ku ketika aku hendak menapak mengejar mimpi kini berdasi menggapai sarjana. 
 





NYANYIAN BURUNG KACIR YANG MEBUATKU BERHALUSINASI DALAM KEDIPAN DUKA MENYAPU BERSIH RINTIHAN KALBU, INSAN SEPATU YANG MEMBUATKU MENANGIS DENGAN PERJUANGAN. KAN KU BERI NAMA GELUDUK KALBU

Sabtu, 18 Februari 2012

Guru Di Gugu dan Di Tiru

Semenjak beberapa abat baru kali ini ni sempat buka blog, namanya juga gi sibuk wekkkkzzz sibuk apa lah ga tau saia, oke sedikit cerita ni tentang aktivitas beberapa hari kebelakangan ini, kegiatan yang selalu membuat pusing tujuh keliling kini mulai ringan biarpun belum siap-siap kali, tapi itu lah namanya juga berusaha harus penuh dengan pengorbanan dan kesabaran. ini ni contoh dokumentasi ketika saya gi bekerja , wekkk penelitian kali hahahahaha
penelitian di sekolah
yah itu lah aktivitas ku akhir-akhir ini meneliti 20 sekolah yang akan di jadikan satu buku dengan masing-masing di teliti tingkat keharmonisan di dalam sekolah dan di luar sekolah, banyak guru-guru yang kebingungan dengan pertanyaan-pertannyaan yang saya ajukan tapi setelah penjelasan yang saya sampaikan mereka bisa mengerti semua pertanyaan ini menyangkut dengan tingkat kemampuan bersosialisasi antar mereka. ada sekolah yang memang bagus ada juga sekolah yang tidak. begitulah kehidupan guru-guru di masa kita sekarang. emmm sedikit komplen ni dengan guru.

INTINYA JADILAH GURU YANG MEMANG BENAR-BENAR GURU JANGAN JADIKAN GURU HANYA SEBATAS UNTUK MENCARI UANG SEMATA.

Jumat, 03 Februari 2012

DUA ITU BUKAN SATU


Terpaut bunga sejoli di pinggir kali,
Merenungkan nasib yang tak pernah kembali,                         (Aku Yang Merana)
Merasa hina di pandang mata,
Terhempas tua dan merana.

Aku hanya bukit tinggi di mata insan,
Meraih mimpi dengan rumput yang bergoyang,                      ( Kesedihan Yang Tak Berujung)
Rintih ku tak pernah di hiraukan,
Hingga takdir menitik ku mabuk kepalang,

Secercah hati putih menaungi mimpi,
Cahaya terang menyilaukan mata,
bukan aku wahai peri mimpi.                                                ( Memimpikan Keindahan)
Tapi kerinduan yang selalu merasa.

Hidup ku hanya di pandang sebelah mata
Kecil mungil seperti marmut di dalam penjara ,                          ( Menyesali Keterpurukan)
Tubuh ku kering tapi bernyawa,
Layaknya manusia yang tak berguna,

Oh bunga desa di pinggir kali
Ratapan manis mu terbawa mimpi,                                          ( Jodoh Yang Tak Pernah Hinggap)
Kadang ku tertawa mengingat sendiri
Tapi tak bisa karena ini permainan hati

Ku terpuruk dan menyendiri
Dingin sepi di lalapan duka,
Hati terpaut karena mimpi,                                                      ( Merindukan Kekasih)
Inginlah ku merasakan cinta,,

Aku meramal kepada bintang
Tapi kebohongan yang ku dapat                                                ( Menangisi Diri Sendiri)
Aku menangis kepada si bujang
Malah cacian yang ku dapat

Adakah manusia yang mengerti akan cintaku
Hingga ia mampu mencairkan kebekuan di dalam hati ini
( Hanya ALLAH yang mengetahui di riku)
Sungguh semua ku serahkan pada MU
Hingga waktu yang KAU berikan kini.

Dua itu bukan satu, ( dua hati belum tentu satu ikatan)          
             ( Pasangan)
Dua itu bukan satu ( dua rasa belum tentu satu tujuan)    
              ( keluarga)
Dan dua itu bukan satu ( dua insan belum tentu satu harapan)     
             ( sahabat)
HARY ARIJOBA

Rabu, 07 Desember 2011

Belajar Konsentrasi

Seorang teman pernah memberikan sebuah gambar yang di dedikasi oleh Teguh Stio, untuk belajar memfokuskan diri dengan suatu tujuan yang akhirnya dapat sebuah bayangan yang mirip dengan tujuan tersebut melewati sebuah gambar kita bisa belajar.
dari gambar ini timbulah sebuah jati diri bahwa AKU BISA JIKA AKU FOKUS. 
Teguh Stio

caranya begini fokuskan pada tiga titik di bagian hidung. pandangi hingga beberapa menit atau cukup dengan 20 detik saja, selanjutnya fokuskan pada tembok yang  berada dekat dengan saudara selanjutnya anda akan melihat gambar yang terbentuk seperti bayangan yang mirip dengan gambar tersebut.

nah dari gambar tersebut anda bisa belajar, otak adalah kehidupan jika anda ingin belajar dengan giatnya anda akan dapat membayangkan hasil yang lebih maksimal, bayangan itu adalah nmasa depan anda,  bekerjalah dengan giat dan fokuskan dengan hati kelak anda akan bisa berhasil seperti yang tertanam makna dalam gambar tersebut.


SELAMAT MENCOBA....\