Selasa, 11 Januari 2011

PERUWEREN ( Kandang Untuk Kerbau)

google com
Hai dah lama ni ga pernah postingan lagi, biasa lagi banyak kegiatan sambil belajar jadi pengusaha hehehe. ngomong-ngomong saya punya cerita ni masalah peruweren ( kandang kerbau) bisa di bilang dulu kami sering mengembala kerbau dari pagi ampe sore sambil menenteng sebatang kayu ranting, dan rantang kecil di sebelah kanan yah maklum lah dulu ga sama kayak sekarang, dulu anak-anak umur 12 tahun kebawah permainnanya cuman ke laut, kebun, atau sawah kadang-kadang aja ke kota itu pun cuman bantu orang tua belanja, ngekor sana ngekor sini selalu saja di belakang orang tua. di kota Takengon termaksud desa pada area pesawahan seperti kampung kelahiran saya ada beberapa pendapatan masyarakatnya seperti Kopi, padi, Ikan dan Kerbau.

Sekarang kan lagi cerita masalah kerbau ni, yang berperan di sini adalah ikram si pengembala kerbau, Nawir, saya dan orang tua dari si ikram. Ikram adalah seorang anak yang sangat tekun dalam membantu orang tuanya, baik, rajin, serta kuat dalam urusan hal apapun itu. Nawir adalah seorang anak yang bandel tapi baik, lucu dan serba aneh.

Ikram sering mengajak saya membantu dia untuk mengembala kerbaunya sembari menemaninya di saat dia lagi sendiri di perkebunan rumput hijau tempat kerbaunya mencari makan. pada suatu hari ikram menjemput saya dengan mengendarai sepeda tua milik bapaknya saat itu saya yang lagi duduk-duduk sambil menjaga kedai kecil, tertidur pulas di sofa tua milik ayah. Tiba-tiba ikram datang mengejutkan saya dengan suara besarnya ( wei uwet ) tetapi melemparkan kaleng ronsokan ke lantai. otomatis saya terpelanting lompat siap untuk memasang jurus. si Ikram ketawa cengengesan  sambil menutup mulutnya karena takut kalau saya marah. dia berncana mengajak saya untuk ke kandang kerbau miliknya, tanpa pikir panjang saya ikut tiba-tiba di jalan jumpa dengan salah satu kawan yang lagi memperbaiki rantai sepedanya yang lepas( nawir). yah mumpung dia juga ga da kerjaan kami ajak aja ke bebuli tempat kandang kerbau yang di tuju, sesampainya di san rupanya sang ayah dari si ikram sudah duluan sampai sejak tadi pagi yang asyik memperbaiki kandang atau pagar-pagar tempat batas kerbau milik si ikram, dengan ikatan kain sarung di kepala dan ikatan golok di pinggang. sambil mengatakan,,, Nge sawah kam??? ( dah nyampe kalian) tangkuhen nye koro oo mai ku paloh ho... ( keluarkan kerbaunya bawa ke bawah)

dengan bergegas kami mengeluarkan kerbau yang berjumlah kira-kira 13 ekor sambil memegang senjata andalan masing-masing, sebenarnya yang membuat semua ini seru adalah ketia kita menaiki kerbau tersebut, hal yang menarik adalah ada beberapa andalan untuk menjinakkan kerbau yang ingin kita naiki
serambi news
  1. menggirik belakangnya atau tepat di bawah ekornya sambil bernyanyi ( riggirik...riggirik sebanyak mungkin sebenarnya sih kalu di pikir-pikir ga da masalah)
  2. naik secara langsung melompat dari sebelah kanan 
  3. naik lewat tumit belakang 
  4. jika sudah jinak sekali dari tanduk juga bisa
  5. ketika sudah naek usahakan kerbau terasa nyaman karena takut kerbaunya bisa lari


serambi
di perjalanan menuju kebun rumput banyak hal-hal yang lucu yang terjadi salah satunya kawan kita si nawir sempat memanggil orang tua dalam perjalannannya. maksudnya begini ketika masing kerbau sudah kami naiki si nawir menaiki kerbau jantan yang kadang-kadang kembang kadang-kadang kuncup. sebenarnya kami dah tau kalau kerbau itu sifatnya agak aneh tapi si nawir maksaain mau nunjukan kehebatannya menungganginya. seketika dengan sombongnya dia bangga bisa menungganginya tiba-tiba terlintas di otak kecil saya unutuk ngerjainnya. saya turun dari kerbau sebelumnya dan sembunyi-sembunyi di belakang si nawir yang lagi asyik memakan tebu yang sebelumya kami ambil dari pinggiran jalan yang hidup sendiri. saya colokan burit kerbau yang di naikinya dengan kayu andalan saya seketika kerbau itu lari terbirit-birit sambil terelanting layaknya seekor banteng yang lagi marah. maaaaaaaaakkkkkkkkkkkkk suara si nawir menjerit. yah saya beseta ikram selain ketawa apa lagi yang bisa kami buat. kami ketawa terbahak-bahak tanpa ada hambatan.....hahahhahahahahahahah
kayaknya udahan dulu ya entar kita sambung lagi dah ceritanya oke... maaf atas segalanya

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar